Mengulik Keindahan Gedung London Sumatera di Medan

Wisatawan cantik berfoto denga latar Gedung London Sumatera (Lonsum) di Medan. (image source)

Medan dikenal sebagai kota yang cantik dan kaya sejarah. Sebagai kota metropolitan terbesar di luar pulau Jawa, letak Medan juga bisa dikatakan sangat strategis karena menjadi gerbang perdagangan barang dan jasa, baik itu domestik atau pun luar negeri. Sebab, ibukota Provinsi Sumatera Utara ini berada di pinggiran jalur pelayaran Selat Malakan.

Jadi, apabila Anda memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Medan, tak lengkap rasanya bila tidak menyusuri setiap jengkal kota ini. Dan salah situs peninggalan sejarah yang wajib Anda datangi adalah Gedung London Sumatera. Sering disebut Lonsum yang merupakan singkatan dari London Sumatera, bangunan megah ini adalah sisa peninggalan pemerintah Belanda.

Gedung London Sumatra di Medan
Gedung London Sumatra di Medan. (image source)

Jika dilihat sepintas, Lonsum tampak mengadaptasi gaya arsitektur dari rumah-rumah di London yang berasal dari abad 18 atau 19. Gedung ini awalnya didirikan oleh perusahaan asal Inggris, Harrison & Crossfield Company (H&C) yang berkantor di kota London.

Didirikan pada tahun 1906, Lonsum pun difungsikan sebagai kantor perdagangan dan perkebunan. Saat itu, Harrison & Crossfield Company (H&C) mengelola perkebunan karet di Sumatera. Lalu, gedung ini dijual ke pemerintah Belanda dan namanya sempat diubah menjadi Juliana Building.

Keindahan Gedong London Sumatera (Lonsum) di malam hari.
Keindahan Gedong London Sumatera (Lonsum) di malam hari. (image source)

Kepemilikan gedung lalu beralih ke tangan Indonesia, setelah bangsa kita merdeka pada tahun 1945. Berlokasi di kawasan Jalan Kesawan, sampai sekarang Gedung London Sumatera tetap dioperasikan sebagai gedung perkantoran. Lonsum juga bersanding dengan bangunan-bangunan lain di Medan yang memiliki nilai sejarah seperti kantor pos Medan, Bank Indonesia, dan Gedung Jakarta Lloyd.

Menariknya lagi, Lonsum juga merupakan gedung pertama di Medan yang sudah menerapkan teknologi lift. Hal ini untuk memudahkan para tamu agar bisa menuju lantai lima dengan mudah. Namun lift di gedung ini tak seperti lift yang sering kita temui di mal atau gedung perkantoran modern, bentuk liftnya tergolong masih tradisional. Berbentuk seperti sangkar besi, lift ini memiliki motif bunga dengan tampilan art deco yang khas. Dan sampai sekarang lift itu masih berfungsi dengan baik.

Komentar warganet!
SHARE