Mengenal Topeng Malangan, Kesenian Unik Khas Malang

Topeng Malangan kesenian khas Kota Malang
Topeng Malangan kesenian khas Kota Malang . (image source)

Meski bukan kota besar, Malang menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi di Jawa Timur. Kota ini terkenal dengan iklimnya yang adem dan sejuk, sehingga banyak wisatawan berkunjung ke Malang untuk sekadar menikmati keindahan kota kecil tersebut.

Tak hanya memiliki iklim yang nyaman, Malang juga dikenal sebagai surganya arsitektur kolonial Belanda. Kamu bisa menemukan banyak sekali peninggalan Belanda di kota ini, mulai dari bangunan cagar budaya sampai jalanan yang mencirikan kekhasan dari masa kolonial waktu itu.

Selain itu, Malang juga tersohor dengan budaya lokalnya yang masih kental. Sebut saja Topeng Malangan yang masih dilestarikan sampai sekarang. Pertunjukan wayang topeng itu masih terus digalakkan di Malang. Dan topeng Malang pun telah menjadi cinderamata yang banyak diburu oleh wisatawan saat berlibur ke kota ini.

Baik itu turis domestik ataupun luar negeri, semua suka berburu koleksi topeng Malang yang dipakai dalam kesenian tarian Topeng Malangan. Dalam kesenian tari Topeng Malangan sendiri, ceritanya berpusat di sejarah Panji dan mengacu pada masa-masa kerajaan Singasari, Kediri, Daha, serta Tanah Sabrang yang saat itu ada pada masa pemerintahan Raja Airlangga.

Menurut masyarakat setempat, tarian unik itu mulai diperkenalkan pada tahun 1898. Ada dua dalang yang kala itu mempertontonkan kesenian tersebut, yakni Mbah Reni dan Mbah Gurawan. Sementara itu, untuk pembuatan topeng Malang, Mbah Karimun yang berasal dari Pakis Saji, Kabupaten Malang, menjadi master dalam bidang tersebut saat ini.

Pada topeng Malang, kamu bisa menemukan beberapa ragam hias seperti Urna. Ragam hias ini berfokus pada bagian kening. Ada pula ragam hias Dahi yang menjadi simbol kebangsawanan berupa bunga melati, kantil, atau teratai. Lalu ada Jamang yang menonjolkan hias di tutup kepala topeng.

Warna pada topeng juga memiliki makna tersendiri. Seperti warna putih yang menyimbolkan kejujuran, kesucian, dan budi luhur. Kemudian ada kuning yang menjadi simbol kemuliaan, warna hijau melambangkan sikap ksatria, dan warna merah yang menjadi simbol raksasa dan angkara.

Komentar warganet!
SHARE