Kemegahan Candi Prambanan Dan Misteri Kisah Rara Jonggrang

Wisatawan berfoto di area Candi Prambanan Yogyakarta
Wisatawan berfoto di area Candi Prambanan Yogyakarta (image source)

Akhir tahun telah tiba, kini waktunya untuk menyusun rencana liburan baru. Ingin pergi ke mana, kawan? Mungkin Anda dan keluarga tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata bersejarah di Indonesia. Salah satunya adalah Candi Prambanan. Yap, siapa yang tak mengetahui kemegahan Candi Prambanan. Bahkan, UNESCO saja telah memasukkannya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.

Candi Hindu terbesar di Indonesia ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan. Para sejarawan menilai tindakannya sebagai upaya untuk menyaingi pembangunan Candi Borobudur. Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, jaraknya mungkin kurang lebih 17 kilometer di arah timur laut. Atau bila posisi Anda saat itu ada di Surakarta, jaraknya ke Candi Prambanan sekitar 50 kilometer.

Dikenal sebagai salah satu candi terindah di Asia Tenggara, Prambanan ternyata juga menyimpan kisah cinta yang berakhir tragis. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pembangunan candi ini juga berkaitan dengan kisah seorang putri jelita bernama Rara Jonggrang. Usut punya usut, nama Rara Jonggrang sendiri memiliki makna tersendiri yakni gadis langsing.

Dahulu kala Prabu Baka, ayah dari Rara Jonggrang, menyerukan perang terhadap Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Prabu Damar Maya, ayah dari Raden Bandung Bondowoso. Sempat kalah dalam serangan tersebut, Prabu Damar Maya kemudian memerintahkan Bandung Bondowoso untuk melawan Prabu Baka. Dia pun berhasil menang dan membunuhnya. Mengetahui kematian sang raja, Patih Gupala kembali pulang ke kerajaan untuk mengabarkannya kepada Rara Jonggrang.

Ketika Bandung Bondowoso menyerbu ke dalam Keraton Baka, dia untuk pertama kalinya bertemu dengan Rara Jonggrang. Kecantikan sang putri ternyata membuat hatinya langsung luluh. Dia pun menyampaikan niatnya untuk mempersunting gadis itu. Namun lamarannya langsung ditolak karena Rara Jonggrang tidak mau menikah dengan orang yang sudah membunuh ayahnya.

Namun Bandung Bondowoso terus memaksanya dan akhirnya Rara Jonggrang menyetujuinya dengan dua syarat, yaitu dia harus bisa membangun sumur Jalatunda dan seribu candi hanya dalam waktu semalam. Tetapi karena tipu muslihat yang dilakukan oleh Rara Jonggrang, rencana Bandung Bondowoso akhirnya gagal, dan sang putri pun dikutuk oleh pangeran tersebut menjadi batu untuk menggenapi candi yang masih berjumlah 999.

Komentar warganet!
SHARE